Voice of Indonesia: Gejolak Reklamasi Taman Rekreasi Ancol bagi Nelayan di Sekitar

Kabar terbaru dari Voice of Indonesia, PT Pembangunan Jaya Ancol akan melakukan pengembangan rekreasi Dufan (Dunia Fantasi) menyerupai taman hiburan Disneyland. Pengembangan Ancol dilakukan dengan memperluas lahan mencapai 35 hektas atas perizinan reklamasi yang diberikan oleh Gubernur DKI, Anis Baswedan.

voi.id

Selanjutnya, perizinan memperluas kawasan rekreasi di lain tempat seluas 120 hektare untuk memperluas lahan di Ancol. Sesuai Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 237 Tahun 2020, arena rekreasi Ancol memperoleh izin perluasan kawasan dengan total 155 hektare.

Ketua Komisi B DPRD DKI, Abdul Aziz menyebut jika proyek perluasan daratan kawasan rekreasi Dufan sementara diberi nama Pulau K. Berdasarkan hasil pantuan langsung ke kawasan rekreasi Ancol, konsep wahana yang ditambahkan bertema bahar (lautan).

Menurut Aziz saat dihubungi pada hari Rabu, 01 Juli 2020 menyebut jika pembangunan tersebut terinspirasi dari Disneyland yang memiliki wahana laut. Nantinya proses pengerjaan dilakukan secara elaborasi berdasarkan hasil monitoring.

Aziz menambahkan, Komisi Bidang Perekonomian DPRD DKI akan mengkaji mekanisme pendanaan dan aspek legal terhadap rencana reklamasi di Ancol. Nantinya mereka akan melakukan pembahasan mengenai penanganan dampak lingkungan yang terjadi selama proses dan pasca perluasan lahan. Aziz menuturkan bahwa pembangunan dan setelah perluasan lahan jangan sampai ada dampak lingkungan negatif.

Eneng Maliasari, Anggota Komisi B DPRD DKI menambahkan, jika wahana laut juga memfasilitasi meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE). Fasilitas MICE rencana akan bertempat di lahan reklamasi Ancol dengan nama Pulau L seluas 120 hektare.

Voice of Indonesia: Mungkinkah Ada Dampak Reklamasi yang Merugikan Nelayan?!

Eneng sempat menanyakan perihal dampak kerugian yang dialami para nelayan pesisir Jakarta akibat pembangunan reklamasi. Pasalnya, ditakutkan nelayan akan semakin kesulitan dalam mencari ikan dalam jangkauan dekat.

Anda bisa mendengarkan berbagai berita dari VOI di situs resmi mereka, yakni voi.id.

Tetapi, imbuh Eneng, Ancol mengklaim bahwa proses reklamasi tersebut tidak akan berdampak buruk terhadap nelayan. Sejak awal hampir tidak ada habitat ikan yang muncul atau berenang di kawasan pandai yang akan tertimpun lahan reklamasi.

Eneng menyebutkan, berdasarkan penjelasan tersebut, ikan di pesisir tidaklah banyak. Lagipula, di lokasi tersebut bukanlah titip nelayan mencari ikan. Hanya saja, jika ada yang khawatir ikan sulit didapat, maka perlu pertimbangan.

Itulah penjelasan seputar rencana perluasan lahan untuk kawasan Ancol yang didapat Voice of Indonesia. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *